Engku arm

Friday, September 9, 2011

Efek Perubahan dari Kebaikan menuju Kebenaran

Yang mampu memproses manusia dari manusia kebaikan menjadi manusia kebenaran hanya Zat Yang Maha Pencipta (Allah) saja. Proses ini Allah lakukan untuk seluruh makhluk ciptaanNya tanpa terkecuali. Manusia yang selama hidupnya memiliki rasa ikhlas yang rendah maka dalam menghadapi proses ini akan sangat berat. Akan tetapi bagi manusia yang selama hidupnya mampu melaksanakan rasa ikhlas yang tinggi maka dengan mudah proses ini dapat dilaluinya.
Manusia yang rasa ikhlasnya rendah otomatis memiliki nafsu yang sangat tebal, baik ‘rasa aku’, ‘rasa suci diri’ maupun ‘rasa minta pujinya’ sehingga tujuan hidupnya hanya untuk mendapatkan kekuasaan, kesaktian, dan kekayaan. Sebaliknya, manusia yang rasa ikhlasnya tinggi memiliki tujuan hidup untuk beribadah kepadaNya sedangkan kekuasaan, kesaktian, dan kekayaan semata-mata hanyalah sarana untuk hidup.
Dalam proses perubahan dari manusia kebaikan menuju manusia kebenaran, Allah akan mengambil hakNya yang dipakai nafsu manusia, yaitu ‘rasa aku’, ‘rasa suci diri’, dan ‘rasa minta puji’.
  1. Bagi manusia yang terbiasa menganggap apa yang mereka “miliki” adalah semata-mata hak miliknya (manusia yang dipenuhi rasa aku), oleh Allah akan diambil kembali segala hal yang dia anggap miliknya tersebut. Tujuannya agar manusia tersebut sadar dan mau mengakui bahwa segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi adalah milik Allah. Manusia hanya dipinjami untuk memanfaatkannya dengan benar.
  2. Bagi manusia yang menganggap dirinya yang paling benar, yang paling dekat dengan Allah, yang menganggap orang lain yang tidak seperti dirinya sebagai orang kafir sehingga hanya dirinya dan kelompoknyalah yang akan masuk surga (manusia yang dikendalikan rasa suci diri), oleh Allah akan dibukakan segala kekurangan dan kesalahannya sebagai manusia. Hal itu dilakukan agar mereka sadar bahwa yang menentukan surga dan neraka mutlak hanya Allah dan hanya Allah-lah yang Maha Suci.
  3. Bagi manusia yang seluruh hidupnya disibukkan hanya untuk mencari pujian dari sesamanya sehingga menganggap dirinyalah yang paling sempurna dan menjadikannya manusia takabur, oleh Allah akan dibukakan aibnya yang selama ini ia tutupi dengan kekuasaan dan kekayaan yang selama ini mereka miliki. Tujuannya agar mereka sadar bahwa yang berhak dipuji hanya Allah.
Proses inilah yang dinamakan seleksi alam, yang kuat akan menjadi manusia yang mampu melaksanakan kebenaran, yang tidak kuat akan menjadi stres atau bunuh diri. Semua manusia akan menanggung akibat perbuatannya sendiri. Allah benar-benar akan menunjukkan KeadilanNya. Manusia yang mau diajak benar akan dipisahkan dengan manusia yang tidak bisa diajak benar. Proses ini, bagi Allah, hanya membutuhkan waktu sekian detik, seperti yang bisa kita saksikan di berbagai saluran berita.

No comments:

Post a Comment